578 Personel Gabungan Dilibatkan Oleh Polda NTB  Dalam Ops Patuh Rinjani 2026


Mataram,Sapunews.com–  Operasi Patuh Rinjani 2026 yang berlangsung selama 14 hari resmi mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026

Polda NTB menerjunkan sebanyak 578 personel gabungan dari Polri, TNI, dan pemerintah dalam operasi yang bertujuan meningkatkan kepatuhan masyarakat serta mewujudkan keamanan dan keselamatan berlalu lintas di wilayah NTB.

banner 336x280

Dimulainya operasi tersebut ditandai dengan Apel Gelar Pasukan di lapangan Gajah Mada Polda NTB, yang  dipimpin langsung Wakapolda NTB Brigjen Pol. Hari Nugroho,pada Senin (26/10/2026).

Sejumlah unsur eksternal turut hadir, di antaranya Gubernur NTB, Pangdam XXX Rinambora, Danrem 162/WB, Danlanal Mataram, Danlanud ZAM, Kepala Dinas Perhubungan NTB, Kepala Kejaksaan Tinggi NTB, Ketua Pengadilan Negeri Mataram, Kepala Kejari Mataram, PT Jasa Raharja, serta perwakilan instansi terkait lainnya.

Baca Juga:  Polda NTB Tetapkan Dua Tersangka Pengadaan Mebel SMK Dinas Dikbud NTB

Mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan”, operasi ini mengedepankan sinergi lintas instansi untuk mengatasi berbagai persoalan lalu lintas.

Dalam amanatnya, Brigjen Pol. Hari Nugroho menjelaskan bahwa meningkatnya jumlah kendaraan dan mobilitas masyarakat, ditambah rendahnya kepatuhan sebagian pengguna jalan terhadap aturan lalu lintas, menjadi tantangan yang perlu ditangani secara serius.

Menurutnya, persoalan lalu lintas tidak dapat diselesaikan oleh kepolisian sendiri, melainkan membutuhkan kerja sama seluruh pihak, termasuk TNI, pemerintah daerah, dan lembaga terkait.

“Berbagai permasalahan tersebut tentu tidak dapat ditangani sendiri oleh kepolisian, tetapi membutuhkan sinergi Polri, TNI, pemerintah, dan lembaga terkait lainnya,” ujarnya.

Baca Juga:  Modus Mau Beli,Motor Dibawa Kabur, Kini Nginap Di Polsek Gunungsari

Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, Polda NTB berharap angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas dapat ditekan, terutama kecelakaan yang mengakibatkan korban luka berat maupun meninggal dunia.

Dalam pelaksanaan Operasi Patuh Rinjani 2026, kepolisian akan mengutamakan langkah preemtif dan preventif melalui edukasi serta sosialisasi kepada masyarakat. Upaya tersebut didukung penegakan hukum secara represif, baik melalui tilang elektronik maupun tilang manual.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., mengatakan Apel Gelar Pasukan dilaksanakan untuk memastikan kesiapan personel serta sarana dan prasarana pendukung sebelum operasi berjalan.

“Kesiapan personel dan sarana prasarana harus dipastikan agar operasi dapat berjalan sesuai harapan. Kami berharap seluruh personel melaksanakan tugas secara profesional, humanis, ikhlas, dan penuh tanggung jawab,” jelasnya.

Baca Juga:  Test Urine, Kapolresta Mataram Bersama Anggota, Hasilnya Negatif

Ia juga mengimbau masyarakat agar memahami sejumlah pelanggaran yang menjadi sasaran dalam Operasi Patuh Rinjani 2026.

“Kami berharap masyarakat, khususnya para pengendara, dapat mempersiapkan diri dan tidak melakukan pelanggaran lalu lintas. Kepatuhan terhadap aturan merupakan bagian penting untuk menjaga keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” tutupnya.

Melalui Operasi Patuh Rinjani 2026, Polda NTB mengajak seluruh masyarakat menjadikan keselamatan sebagai prioritas dalam setiap perjalanan. Dengan disiplin dan kepatuhan terhadap aturan, terciptanya lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar di Nusa Tenggara Barat diharapkan dapat terwujud.

banner 336x280