MATARAM, SAPUNEWS- Polda NTB melibatkan 1649 personil dalam operasi Ketupat Rinjani 2026 dalam rangka pengamanan arus mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H / 2026 M,.
Selain personil Polda NTB dan Polres jajaran,operasi ini juga didukung oleh unsur lintas instansi, di antaranya: TNI: 500 personel, Basarnas: 116 personel, Dinas Perhubungan: 1.259 personel dan BPBD: 126 personel.
Kapolda NTB Irjen Pol. Edy Murbowo,mengatakan bahwa kolaborasi tersebut bertujuan memastikan pengamanan dan pelayanan bagi masyarakat dapat berjalan maksimal selama masa mudik dan balik Lebaran.
Menurutnya operasi Ketupat Rinjani 2026 akan berlangsung selama 14 hari, dimulai pada 13 Maret 2026 pukul 00.00 WITA hingga 26 Maret 2026 pukul 00.00 WITA.
Selain itu Polda NTB juga mendirikan sejumlah pos pengamanan dan pelayanan yang tersebar di seluruh wilayah provinsi.
Pos tersebut terdiri dari:
18 Pos Pengamanan (Pos Pam) di lokasi wisata, fasilitas publik, kawasan pemukiman, kantor pemerintahan, tempat ibadah, bandara dan pelabuhan.
10 Pos Pelayanan (Pos Yan) yang memberikan layanan kesehatan serta pelayanan kepolisian di titik keramaian seperti bandara, pelabuhan dan terminal.
7 Pos Terpadu, yaitu pos gabungan lintas instansi yang memberikan pelayanan kepada pemudik sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing.
“Seluruh pos ini tersebar di wilayah Nusa Tenggara Barat untuk mempermudah masyarakat mendapatkan pelayanan selama arus mudik dan balik Lebaran,”ucapnya dalam apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2026 di lapangan Bharadaksa Polda NTB, Kamis (12/3/2026).
Kapolda NTB menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan Operasi Ketupat Rinjani 2026 sangat bergantung pada sinergitas dan kerja sama seluruh pihak, baik TNI, pemerintah daerah, maupun stakeholder terkait lainnya.
Ia berharap seluruh elemen dapat bekerja secara maksimal demi memastikan masyarakat dapat menjalankan tradisi mudik dan merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan lancar.
“Sinergitas seluruh lembaga dan instansi sangat penting karena akan menentukan keberhasilan pelaksanaan Operasi Ketupat Rinjani 2026,” tutupnya.
Kapolda NTB juga mengimbau kepada seluruh masyarakat NTB jika melaksanakan Mudik Kendaraan yang ditinggal dapat dititip di kantor Polisi terdekat (Polres/ta, Polsek atau Polsubsektor) secara gratis gratis. Tunjukan surat-surat serta identitas penitip Kendaraan kepada Petugas setempat.



















