Investasi Emas Praktis, Transparan dan Terjangkau di Pasar Modal


Mataram,Sapunews.com– Emas identik dengan benda logam yang memiliki nilai tinggi dari masa ke masa, emas secara historis digunakan untuk menyimpan kekayaan, sarana penukaran dan lindung nilai.

Emas sebagai salah satu logam mulia yang jumlahnya terbatas tersedia di alam sehingga logam ini memiliki value yang berbeda dibandingkan dengan logam lainnya. Dewasa ini selain sebagai alat tukar, emas juga banyak digukanan sebagai asset investasi. Beberapa keunggulan emas sebagai asset antaran lain :

banner 336x280

Lindung nilai terhadap inflasi : Nilai emas cenderung naik ketika harga-harga sedang naik

Aset global : asset yang likuid di seluruh dunia dan mudah diperdagangkan

Tahan uji waktu : asset yang digunakan untuk menyimpan nilai selama ribuan tahun
Defensif saat krisis : nilaianya cendrung bertahan atau naik saat terjadi ketidakpastian

Dari sini kita melihat bahwa investasi emas bukan untuk jadi kaya dalam 1 malam, tapi untuk menjaga wealth dalam jangka panjang.

Baca Juga:  PP STN Dukung Penegakan Hukum Tegas  Pelaku Korupsi Solar Nonsubsidi Pertamina

Seorang investor yang jeli akan melakukan diversifikasi portfolio investasinya, kondisi yang berpotensi dialami oleh investor ketika saham turun (portfolio merah, investor panik dan cemas), kinerja obligasi kurang bagus (imbal hasil menurun, tidak semenarik dulu), ketidakpastian meningkat (inflasi, suku bunga, dan geopolitik yang membuat gelisah), dikondisi seperti ini, kita butuh asset yang lebih stabil untuk membantu melindungi nilai kekayaan.

Tren harga emas dunia dalam 10 tahun terakhir menunjukkan kenaikan eksponensial dan rekor baru (2017-2026).

Tren harga emas dunia selama 10 tahun terakhir (2017–2026) memperlihatkan kondisi harga emas yang bergerak stabil di rentang 1.000 hingga 2.000 USD per ons pada periode 2017 hingga 2023, dan kemudian mengalami lonjakan harga yang sangat tajam (bull run) mulai tahun 2024 hingga 2025, hingga sempat menembus angka di atas 5.000 USD. Performa return yang cenderung selalu positif selama kurun waktu 10 tahun terakhir, dengan titik tertinggi terjadi pada tahun 2025 dengan lonjakan fantastis mencapai +65 persen, menempatkan peran emas sebagai aset safe haven atau Pelindung Nilai kekayaan yang sangat efektif untuk jangka panjang. Jika ekspektasi investor dalam berinvestasi di equity adalah growth oriented, long term compounding, investasi di obligasi untuk stability dan income, sedangkan emas sebagai asset dengan nilai yang tidak konstan dan dipengaruhi situasi global.

Baca Juga:  BPS NTB, Kenaikan Harga Perhiasan Emas Picu Inflasi Oktober 2025

Melihat potensi harga emas yang cenderung naik, investor dewasa ini memiliki variasi dalam berinvestasi emas salah satunya lewat produk ETF (Exchange Traded Fund) Emas. ETF sederhananya adalam Reksa Dana yang diperdagangkan di Bursa, ETF memiliki struktur produk seperti Reksa Dana, namun transaksinya dilakukan sebagaimana transaksi saham di Bursa. ETFEmas Adalah reksadana yang diperdagangkan di Bursa yang memiliki underlying berupa emas.

Sejak diluncurkan perdana di 10 Agustus 2026, hingga saat ini telah terdapat 7 produk ETFEmas yang tercatat di BEI.

Baca Juga:  Duta Lingkungan NTB Gandengan PLN UIP Nusra Bersihkan Sungai di Kota Mataram

Keunggulan Investasi ETF Emas di Pasar modal Indonesia antara lain :
Underlying berupa emas fisik (physical backed) Kenyamanan transaksi melalui Bursa Efek Mereplikasi pergerakan return underlying emas

Tingkas kemurnian underlying emas terstandarisasi (LBMA/SNI)
Efisiensi biaya penyimpanan emas
Likuiditas terjaga dengan adanya peran Dealer Partisipan Integrasi dengan ekosistem bullion sebagai penyedia dan penyimpanan emas
didukung penerbitan Fatwa Syariah

,” Seorang investor di pasar modal yang sudah memiliki akun investasi dan ingin membeli ETFEmas, tinggal membuka platform tradingnya dan bertransaksi sebagaimana biasanya membeli saham, namun khusus untuk ETFEmas kodenya dimulai dengan huruf X, ucap Kepala Wilayah BEI NTB, Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana.

banner 336x280