Kelompok Pengajian Al-Hidayah, Wisata Religi  Tingkatkan Keimanan Jelang Ramadhan Dan Perkuat Silaturrahmi

Daerah27 Dilihat
banner 468x60


MATARAM, SAPUNEWS,Kelompk pengajian Al Hidayah lingkungan Kekalek Baru, kelurahan Pagesangan Barat Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar  wisata religi ke beberapa masjid, dan ziarah makam untuk mempererat silaturahmi, muhasabah diri, serta meningkatkan keimanan.

Ketua pengajian Al-Hidayat, Sugeng Prayoga S.Pd. M.M ,mengatakan bahwa, kegiatan santai yang bernuansa edukasi keagamaan ini rutin dilakukan setiap tiga bulan sekali oleh kelompok pengajian Al- Hidayah.

banner 336x280

“Kunjungan kali ini masih dalam daerah, yakni Masjid Raya Hubbul Wathan (Islamic Center) yang menjadi icon NTB,” ucapnya Sabtu (14/2/2026).

Dia menyebutkan, selain Islamic Center yang memiliki bangunan megah khas suku Sasak Sumbawa Mbojo (Sasambo) itu, banyak masjid yang bersejarah di NTB yang bakal menjadi tujuan wisata religi kedepannya. Seperti Masjid Kuno Bayan Beleq, Kabupaten Lombok Utara (KLU), masjid tersebut merupakan bukti sejarah penyebaran Islam ratusan tahun lalu.

Baca Juga:  PWI NTB Kecam Aksi Dugaan Intimidasi dan Kekerasan Terhadap Wartawan Di Lombok Tengah

Selanjutnya, Makam Batu Layar, yang ada di Lombok Barat untuk ziarah guna mengenang ulama penyebar Islam, Makam Loang Baloq yang ada di kota Mataram yang dijuluki makam keramat.

Selanjutnya makam Makam Wali Nyatoq yakni Makam ulama karismatik di Desa Rembitan, Lombok Tengah serta, Makam Keramat Lembar, Makam yang berada di tengah laut, berlokasi di Lombok Barat.

“Masih banyak tempat bersejarah peradaban islam di NTB, jadi Itu sudah kita agendakan, InsyaAllah,” sebutnya.

Sementara itu, anggota pengajian Drs Abdul Manan M.Si yang juga sebagai Doisen di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Kota Mataram menambahkan, kegiatan wisata religi ini juga dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan yang bertepatan dengan 29 Sya’ban 1447 Hijriah.

Baca Juga:  Ini Cara Kapolsek Mataram Merajut Kebersamaan Dengan Anggota

Wisata religi ini, selain bernilai ibadah, juga terbukti efektif meningkatkan tali persaudaraan (ukhuwah Islamiyah) di antara sesama anggota jamaah pengajian.

“InsyaAllah selain wisata religi, kami juga akan gelar pengajian dan berdoa bersama dalam waktu dekat untuk keselamatan dan doa untuk nenek moyang yang telah tiada,” katanya.

Menurutnya, Wisata religi menjelang Ramadan juga membawa makna dan tradisi khas dalam budaya islam. kunjungan ke tempat-tempat suci ini bukan sekadar liburan atau jalan jalan biasa, tetapi juga kesempatan untuk merenung dalam ketenangan dan memperkuat ikatan spiritual dengan Allah SWT.

“Kita ziarah dan tadabbur, artinya kami  mendatangi lalu memperdalam iman, kemudian mentadabbur pada akhirnya mengamalkan apa yang ada di dalam sunah Rasulullah,” ujarnya.

Baca Juga:  Dimediasi Polsek Mataram, Kasus Pengeroyokan di Jalan Bung Karno Berakhir Secara Kekeluargaan

Dia berharap, kelompok pengajian yang beranggotakan 40 orang itu bisa berkunjung tempat-tempat bersejarah lainnya yang ada di luar daerah, bahkan negara-negara muslim lainya seperti Mesir dan Mekkah.

“InsyaAllah, kedepannya lebih baik lagi, dan membawa kami semua berkunjung ke tempat-tempat bersejarah untuk umat muslim, dan semoga kita diberi kesehatan dan umur panjang serta rezeki berlimpah” pungkasnya.

banner 336x280