sticky1-160×600
sticky2-160×600

KISRUH DEBAT CAPRES

Penulis ; Rahmat Ohorella

0 56

Peserta nomor urut 01 Joko widodo dalam Debat Capres putaran kedua (17/2/2019) kali ini menyerang rivalnya capres 02 terkait besar lahan Hak Guna yang dikuasai rivalnya. Sebagaimana kita saksikan dalam siaran langsung di media TV’ Serangan Jokowi merupakan respons dari sikap Prabowo yang mensoalkan program bagi-bagi sertifikat tanah yang di disebutnya berdampak pada masa akan datang bagi anak-cucu bangsa Indonesia, yaitu akan habis lahan karena dikuasai oleh banyak pihak asing.

Joko widodo dalam debat itu pun mengungkit soal lahan Prabowo dengan total 340 ribu hektare di Kalimantan Timur dan Aceh Tengah.

“Saya tahu Pak Prabowo memiliki lahan yang sangat luas di Kalimantan Timur sebesar 220 ribu hektare, juga di Aceh Tengah 120 ribu hektare. Jokowi menyebut Prabowo memiliki lahan mencapai 340 ribu hektar di Kalimantan Timur dan Aceh Tengah,masing-masing sebesar 220.000 hektar di Kalimantan Tengah dan 120.000 hektar di Aceh Tengah

- Advertisement -

Saya hanya ingin menyampaikan bahwa pembagian-pembagian seperti ini tidak dilakukan masa pemerintahan saya,” ungkap Jokowi dalam debat kedua capres Pilpres kemarin.

Sementara Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Nizar Zahro, menilai rakyat harus diberi data menyeluruh soal pemilik lahan yang luas. Akan lebih hebat, bila kita dibongkar juga para pemilik lahan yang merupakan para  pendukung pendukung Jokowi.ungkapnya

Sedangkan tantangan Walhi menyoal debat itu harus segera direspon pihak Pertahanan mengingat “Rakyat perlu diberikan data secara menyeluruh. Presiden pasti mengetahui nama-nama pemilik lahan yang super luas tersebut. Lebih hebat lagi bila Presiden Jokowi berani membongkar para pendukungnya yang memiliki lahan lebih luas dari yang dimiliki oleh Prabowo,” kata Nizar, Selasa 19 Februari 2019.

Nah… Ia meminta Jokowi berani mengumumkan kepada publik lahan-lahan yang dikuasai para taipan/asing. Seperti milik Grup Wilmar yang dimiliki Martua Sitorus, Sinar Mas atau Eka Tjipta Widjaja, Raja Garuda Mas atau Sukanto Tanoto, Batu Kawan atau Lee Oi Hian asal Malaysia, Anthoni Salim, Jardine Matheson atau Henry Kaswick, Skotlandia, Genting atau Lim Kok Thay, Malaysia, Putera Sampoerna, Surya Dumai atau Martias dan Ciliandra Fangiono, dan Provident Agro atau Edwin Soeryadjaya.

Bawaslu bisa saja panggil Jokowi jika ingin mengungkap alasan Prabowo Tak menyerang Jokowi saat Debat Capres. Sementara BPN tantang Jokowi Buka Data Lahan yang Dikuasai Asing.

“Lalu Grup Anglo-Eastern (Lim Siew Kim, Malaysia), Austindo (George Tahija), Bakrie, BW Plantation-Rajawali (Peter Sondakh), Darmex Agro (Surya Darmadi), DSN (TP Rachmat dan Benny Subianto), Gozco (Tjandra Gozali), Harita (Lim Hariyanto Sarwono), IOI (Lee Shin Cheng, Malaysia), Kencana Agri (Henry Maknawi), Musim Mas (Bachtiar Karim), Sungai Budi (Widarto dan Santosa Winata), Tanjung Lingga (Abdul Rasyid), Tiga Pilar Sejahtera (Priyo Hadi, Stefanus Joko, dan Budhi Istanto), dan Triputra (TP Rachmat dan Benny Subianto),” kata Nizar

Calon Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto tiba di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019). Debat kedua ini dimulai pukul 20:00 WIB dengan tema Infrastruktur, Energi dan Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Priyo Budi Santoso mengaku prihatin atas pernyataan calon presiden 01 Joko Widodo yang menyinggung soal ratusan ribu hektar lahan yang dimiliki oleh calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Menurut Priyo, ada potensi Jokowi melanggar tata tertib debat, ia menilai, pernyataan tersebut telah menyerang lawan debatnya secara personal.

“Debat kemarin saya agak prihatin karena ada potensi Pak Jokowi melanggar tata tertib debat yang salah satu poinnya adalah tidak dibolehkan untuk menyerang pribadi,” ujar Priyo dalam sebuah diskusi di Media Center Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Selasa (19/2/2019).

Priyo mengakui, pihaknya melayangkan protes di tengah debat.Pihaknya menilai, Jokowi telah menyerang pribadi Prabowo. Protes tersebut disampaikan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Menanggapi protes itu, kata Priyo, KPU dan Bawaslu menyatakan akan membahas pernyataan Jokowi itu.

“Itu kenapa kemarin sempat ada sebagian dari kami terus terang sampaikan protes kepada KPU dengan terukur dan santun. Kami sampaikan lho ini ditegur atau tidak. Setelah jawaban itu, kami cukupkan saat itu. Itu protes wajar karena kita kaget dengan pertanyaan dari Pak Jokowi mengenai penguasaan lahan,” kata Priyo.

Di sisi lain, Priyo menilai, Jokowi tidak memahami soal penguasaan lahan. Ratusan ribu lahan tersebut bukan berstatus hak milik Prabowo, melainkan hak guna usaha (HGU) yang sewaktu-waktu dapat diambil alih oleh negara. Dalih nya.

“Tapi sebenarnya pernyataan Pak jokowi itu Ada kekacauan dalam memahami definisi. Yang benar itu bukan hak milik tapi HGU yang dimiliki oleh perusahaan di mana Pak Prabowo dan banyak teman-teman pengusaha nasional itu bergabung di situ,” kata dia.

Debat yang jadi polemik

Sebelumnya, Jokowi mengungkap lahan milik Prabowo setelah rivalnya tersebut mengomentari program sertifikasi lahan milik rakyat. Prabowo mengatakan, program pembagian sertifikat tersebut memang menarik dan populer. Namun, menurut dia, program itu hanya menguntungkan satu atau dua generasi. Di sisi lain, kata Prabowo, jumlah penduduk Indonesia terus bertambah hingga 3,5 juta setiap tahun, sementara luas tanah tidak bertambah.

“Jadi, kalau bapak bangga dengan bagi-bagi 12 juta, 20 juta (sertifikat), pada saatnya tidak ada lagi lahan untuk dibagi. Bagaimana nanti masa depan anak cucu kita,” ucap Prabowo.

Jika dirinya terpilih menjadi presiden, Prabowo berjanji akan mewujudkan Pasal 33 UUD 1945, yakni bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Jokowi kemudian mengomentari pernyataan Prabowo. Ia menekankan bahwa sekitar 2,6 juta tanah produktif tersebut tidak diberikan untuk kelompok kaya.

“Kita tidak berikan kepada yang gede-gede. Saya tahu Pak Prabowo memiliki lahan yang sangat luas di Kalimantan Timur sebesar 220.000 hektar juga di Aceh Tengah 120.000 hektar. Saya hanya ingin sampaikan bahwa pembagian-pembagian seperti ini tidak dilakukan masa pemerintahan saya,” kata Jokowi. (Lah…?)

Sedangkan Prabowo Sendiri Mengakui Soal Lahan dan mengomentari, Kok yang Marah Orang Lain. Menjawab pernyataan Jokowi, Prabowo mengakui menguasai lahan tersebut namun hanya memiliki hak guna usaha (HGU), tanah tersebut milik negara.

“Itu benar, tapi itu HGU (hak guna usaha), itu milik negara,” ujar Prabowo.

“Setiap saat negara bisa ambil kembali. Kalau untuk negara, saya rela kembalikan itu semua,” kata Prabowo.

“Tapi, daripada jatuh ke orang asing, lebih baik saya yang kelola karena saya nasionalis dan patriot,” kata Prabowo.  (DR)

Komentar
Loading...