sticky1-160×600
sticky2-160×600

MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BERSAMA KETUA KOMISI PERLINDUNGAN ANAK INDONESIA LAKUKAN PERTEMUAN DI POLRESTA PONTIANAK

0 65

SAPUNEWS, PONTIANAK ‒ Pagi tadi (11,04) Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Dr. Muhajir Effendy, M.A.P, Bersama dengan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Dr. Susanto, MA,  ketika ditemui di Polresta Kota Pontianak saat melakukan pertemuan dengan kepala sekolah, guru, dinas pendidikan kota pontianak, penyelidik dan peserta lainnya, menghimbau agar kepala sekolah serta guru-guru dapat meredam pemberitaan Ini dan dapat memberikan indivasi yang benar, baik di media maupun media sosial, serta tidak mempublikasikan wajah atau identitas baik pelaku maupun korban.

Lebih lagi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pun mengatakan pada kepala sekolah maupun para guru agar dapat meningkatkan pengawasan pada peserta didik supaya dapat terhindar dari segala pengaruh dan perilaku negatif.

“Dalam perspektif pendidikan, pendekatannya dengan mendidik. Sebab anak-anak bukan penjahat. Mereka sedang mengalami pertumbuhan. Jangan sampai mereka terampas masa depannya karena saat ini sangat tertekan dan terintimidasi.” Ucapnya.

- Advertisement -

Kapolres Kota Pontianak, Kombes M. Anwar Nasir, mengatakan bahwa faktanya, pelaku ada 3, benar terjadi penganiayaan, terjadi di 2 TKP. Kapolres Kota Pontianak pun menampis tentang adanya pembiaran saat pelaku selfie ketika diperiksa.

“Itu yang keambil gambarnya bukan penyidik, itu anggota Sabhara yang tidak tau pada saat mau dilakukan introgasi.” Katanya, “Introgasi tidak mungkin di luar, introgasi itu di dalam. Itupun sudah berupaya untuk menghindar tetapi tetap keambil juga gambarnya” lanjutnya.

Jurnalis : MP

Komentar
Loading...