sticky1-160×600
sticky2-160×600

PHK BURUH, PT. SINTANG RAYA KR LANGGAR PERPU

0 89

SINTANG ─ Terjadi pemutusan hubungan kerja di perusahaan PT. SINTANG RAYA KR pada 2 buruhnya dengan alasan lanjut usia. Sy. Saleh Muslim dan Abdul Rani adalah karyawan yg selama ini menerima gaji secara menetap,tetapi pihak perusahaan PT SINTANG RAYA tidak pernah mengangkat mereka menjadi karyawan tetap. Buruh tersebut mengaku kepada tim SAPUNEWS.com bahwa mereka hanya diberi pesangon Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah) karena perusahaan mengatakan yang bersangkutan hanya buruh harian lepas saja.

“Padahal kami ini bekerja sudah dari awal perusahaan PT. SINTANG RAYA KR beroperasi mulai dari pembukaan lahan, bahkan saat itu belum ada penanaman.” ucap Sy. Saleh Muslim (18,03) pad tim SAPUNEWS.com.

Saat mulai beroperasi, karyawan PT. SINTANG RAYA KR yaitu Sy. Saleh Muslim dan Abdul Rani mulai sebagai penjaga malam eskavator (alat berat) yang merupakan pekerjaan dengan resiko tinggi.

- Advertisement -

“kadang (menjaga eskavator, Red) berdua, pernah juga sendiri. Karena dituntut oleh tanggung jawab yang diamanahkan oleh perusahaan” cerita Sy. Saleh Muslim (18,03) dengan nada sedih.

Sy. Saleh Muslim dan Abdul Rani mengungkapkan rasa kekecewaan mereka pada PT. SINTANG RAYA KR karena pemutusan hubungan kerja yang terjadi pada 06 Pebruari 2019 kemarin dengan masa kerja 9 tahun ─ dari 2010 sampai 2019.

Bila kita perhatikan kembali Undang-Undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Jo. Keputusan Menteri No. 100 tahun 2004 tentang PWKT yang menyatakan bahwa apabila pekerja/buruh lebih 21 hari berturut turut 3 bulan maka perjanjian kerja harian lepas berubah menjadi PKWTT yang artinya  perjanjian kerja antara pekerja/buruh dengan pengusaha untuk mengadakan hubungan kerja yang bersifat tetap. Maka dapat dikatakan bahwa PT. SINTANG RAYA KR telah melanggar peraturan perundang-undangan yang dimaksud di atas.

Melalui SAPUNEWS.com Sy. Saleh Muslim dan Abdul Rani berharap mendapat keadilan dan kesejahteraan untuk buruh.

 

Jurnalis : Zulkifli, Basrianto, Budiman

Komentar
Loading...