sticky1-160×600
sticky2-160×600

PROYEK PEMBANGUNAN MAPOLRESTA PONTIANAK TAMPAK TULANG BETON YANG KURANG KOKOH

0 19

Pontianak – Dana hibah Pemerintah Kota Pontianak senilai Rp.9Milyar yang berasal dari APBD Kota, dikucurkan oleh Walikota Pontianak Edi Rusdi Kamtono secara bertahap untuk pembangunan gedung Mapolresta, yang telah di pancang tiang pertamanya oleh Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono pada bulan Oktober 2018 lalu. Besar harap gedung ini nantinya dapat bermanfaat maksimal terhadap kinerja Polisi Kota Pontianak dalam menjalankan tugasnya, khususnya untuk mengamankan kota Pontianak dari segala gangguan agar masyarakat kota dapat tidur nyenyak dan tak khawatir kena begal di jalanan ataupun kena congkel maling rumahnya serta gangguan ketertiban umum lainnya termasuk kelancaran lalu lintas dari pada pedagang kaki lima yang jorok dan bandel itu, Demikian juga terhadap APBD Kota itu sendiri, semoga dapat diamankan dengan baik, dalam artian seluruh dana pembangunan itu tersalur secara rapi dan genah penggunaannya serta bermanfaat maksimal juga kepada masyarakat kota, khususnya pada pembangunan infrastruktur Kota yang memang masih perlu terus ditingkatkan, agar Pontianak bisa sejajar dengan Provinsi lainnya yang telah maju itu, tentunya sesuai aturan  dan undang-undang yang berlaku.

Namun melihat progress pembangunan Kantor Polisi itu, selain terasa lama dan kurang bersih pada penanganan sampah bangungannya yang menimbulkan polusi berbahaya, khususnya dari polusi debu semen dan paku karat/nayeng yang masih menempel di papan cor berserakan di sana-sini itu, juga yang lebih mengkhawatirkan adalah ukuran tulangan beton yang tampak tak sepadan buat menyanggah bangunan berlantai III itu (bila dibandingkan secara kasat mata pada bangunan ruko atau bangunan swasta komersial lainnya termasuk bangunan rumah yang bertingkat III). Apalagi bangunan Mapolresta ini berada diatas tanah gambut atau tanah agar lembut (tidak bebatuan keras) sehingga sangat labil dan memerlukan beton tulang yang semestinya lebih kokoh dari sekedar bangunan ruko atau perumahan di sekitarnya itu tadi.

Guyonan di warung kopi orang-orang kota yang mengilustrasikan betapa hebohnya kita semua ini, bila saat Kapolresta memimpin rapat koordinasi di ruang beliau yang rencananya berada di Lantai II itu atau setidaknya disaat ada jumpa pers di lantai pertama, tiba-tiba runtuh dan rontok karena bangunan ambruk dan ketimpa bangunan itu sendiri yang kurang kokoh itu. Sungguh guyonan itu sangat tidak kita harapkan, terlebih bila setelah dianalisis lebih lanjut ternyata ada pengurangan kualitas kerja dari bistek pada saat pembangunan oleh pemborongnya. Jadi selama ini pengawas pembangunan proyek itu apa-lah yang dikerjakan, apakah Berita Acara progress report dalam setiap pencairan dana proyek yang secara bertahap itu dimain-mainkan ataukah salah memilih pengawas pembangunan proyeknya karena kemampuan ilmunya kurang mumpuni.

- Advertisement -

Dan sebagaimana harapan masyarakat kota, dimana Polisi sebagai penegak aturan agar masyarakat kota bisa hidup damai dan tentram dapat tercapai, tentunya dimulai dari Kantor Polisi yang berdiri kokoh dan berwibawa serta asri di tengah-tengah Kota Pontianak. Bukannya justru menjadi contoh dalam penyalahgunaan dana proyek pembangunan yang menyerap APBD Kota ini yang hanya Rp.9Milyar itu. Karena masih ada ratusan milyar lainnya dana APBD Kota untuk disalurkan pada proyek pembangunan infrastruktur kota lainnya dapat diamankan dalam artian bukan untuk dinikmati oleh beberapa pejabat terkait yang serakah itu, namun bisa dinikmati hasil pembangunan itu oleh seluruh lapisan masyarakat kota, yang pada akhirnya Kota Pontianak menjadi salah satu ibu Kota Provinsi yang masuk dalam jajaran teratas di wilayah Indonesia, mengingat struktur kotanya yang unik dan tanahnya basah berair serta menjadi kota tepian sungai Kapuas yang indah gemulai, Aamiin… (ua)

Komentar
Loading...