sticky1-160×600
sticky2-160×600

Ronde ke II Debat calon Presiden 2019-2024

Sumber : Pimpinan Umum SAPUNEWS

0 70

SAPUNEWS.com ; Menarik untuk dibahas bahwa kedua calon presiden periode 2019-2024, mengulang kembali pada tahun 2014 yang lalu, dimana kedua calon presiden antara Joko widodo dan Prabowo subianto bertemu kembali.

Dari tema debat yang di sajikan oleh KPU yaitu menyangkut tema infrastruktur, sumber daya alam dan linkungan hidup dari narasumber yang telah membuat pertanyaan yang mana kata kuncinya menyangkut strategi kebijakan dari kedua calon presiden.

Setelah ditanyakan kedua calon presiden menyangkut strategi maupun kebijakan dalam bidang infrastruktur, sumber daya alam dan lingkungan hidup, salah satu calon Presiden nomor urut 01 memunculkan keberhasilan yang telah dicapai selama memimpin jadi presiden menyangkut masalah infrastruktur di pedesaan, kebijakan di bidang kelautan, menyangkut akses para petani seperti adanya TaniHub yang sekarang lagi viral di media sosial. Sedangkan calon Presiden nomor urut 02 dengan strategi pasal 33 UUD 45 justru membuat mengambang, sebagaimana yang di perbincangkan di media sosial (warganet), karena strategi tersebut tidak dirinci dengan jelas bagaimana bentuknya atau konkritnya karena hanya merupakan wacana yang tidak dapat dijelaskan secara terperinci bagaimana maksud dan tujuannya.

- Advertisement -

Di tambah lagi dimana masing-masing calon saling memberikan pertanyaan satu sama lain, pada saat calon nomor urut 01 memberikan pertanyaan kepada calon nomor urut 02 tentang strategi infrastruktur pembangunan unicorn, dan calon nomor urut 02 nampak tidak menguasai tentang unicorn dan kemudian mempertanyakan kepada calon nomor urut 01,apakah unicorn sama dengan internet? dan hal ini menjadi lelucon yang sangat viral bagi warganet maupun para penonton yang ada di tempat debat, warganet melihat bahwa calon nomor urut 02 sangat tidak milenial sebagaimana yang diharapkan oleh kaum milenial sebelum debat ini dilaksanakan.

Disisi lain timbul banyak opini menyangkut strategi dibidang reformasi agraria, dimana calon Presiden nomor urut 01 mengatakan selama menjadi presiden salah satu program kerja yang telah dilaksanakan dengan memberikan bantuan kepada masyarakat untuk memberikan sertifikat hak milik secara gratis untuk memudahkan masyarakat dalam meningkatkan produktivitas dibidang usaha, yang tujuanya dengan adanya sertifikat tersebut memudahkan akses masyarakat untuk pinjaman dana usaha, sedangkan menurut calon Presiden nomor urut 02 kebijakan tersebut tidak efektif karena akan mengurangi persediaan lahan bagi masyarakat, sedangkan menurut calon Presiden nomor urut 02 bahwa tanah itu harus sesuai dengan pasal 33 UUD 45 yaitu dikuasai oleh negara, namun calon Presiden nomor urut 01 berpendapat dan meyampaikan kepada calon Presiden nomor urut 02 luas tanah yang dibagikan kepada masyarakat tidak seluas tanah yang dimiliki saudara bapak Prabowo yang terletak di kalimantan timur dan di aceh tengah, kemudian calon Presiden nomor urut 02 menjawab “Bahwa yang dibilang saudara adalah benar,  saya benar memiliki tanah dikalimantan timur dan aceh tengah namun itu adalah sertifikat hak guna usaha atau tanah negara, dimana kapanpun negara membutuhkan saya siap mengembalikannya”.

Bahwa perdebatan ini menjadi sangat memanas ketika masing-masing pendukung calon Presiden saling menuduh yaitu adanya penyerangan pribadi terhadap calon nomor urut 02, adanya kebocoran sumber debat, dan di tuduhnya Jokowi menggunakan bolpoin untuk berkomunikasi, sehingga memunculkan spekulasi maupun opini-opini untuk menutupi kelemahan calonnya.

Disisi lain calon nomor urut 02 banyak mengakui keberhasilan, pencapaian yang telah dilakukan oleh calon Presiden nomor urut 01 yang mana pak prabowo mengatakan bahwa keberhasilan yang dilakukan oleh pak Jokowi harus kita akui dan tidak perlu diperdebatkan kembali ataupun dipermasalahkan, dari pernyataan dan pengakuan calon Presiden nomor urut 02 jelas calon Presiden nomor urut 01 telah berbuat banyak untuk negara ini, namun yang timbul di luar debat dari para pendukung justru kebalikannya seperti dengan lahan yang dimiliki pak Prabowo dikatakan sebagai pahlawan karena tanah tersebut tidak dikuasai oleh orang asing, seakan-akan Presiden Jokowi membagi-bagikan tanah untuk orang asing, dan hal ini akan menjadi opini politik untuk masyarakat pemilih yang tidak mengerti permasalahan tersebut, bisa jadi masyarakat akan percaya dengan opini tersebut karena munculnya kata-kata tidak dikuasai oleh orang asing.

Menurut pantauan SAPUNEWS. dalam perdebatan di televisi, ada yang mengatakan Jokowi menang 6-0 dan calon Presiden Prabowo tidak siap dalam debat kedua ini, karena dari 4 pertanyaan yang diajukan oleh panelis Prabowo mengakui keberhasilan dari calon nomor urut 01, sedangkan 2 pertanyaan lagi justru membuat blunder yaitu tentang kebijakan agraria dan unicorn.

Namun SAPUNEWS berpendapat masalah pembebasan lahan, kebakaran hutan tercatat belum bisa dihilangkan namun ada penurunan kuantitasnya, sedangkan masalah pembebasan lahan masih ada kekurangan karena baru diketahui oleh warganet bahwa pembebasan lahan itu justru ganti untung, namun faktanya dilapangan yang terjadi justru ganti rugi sehingga hal tersebut harus dikoreksi kembali agar masyarakat yang lahannya dialihkan untuk pembangunan infrastruktur dapat menikmati ganti untungnya untuk meningkatkan kesejahteraanya.

Setelah perdebatan kedua calon Presiden selesai, isu-isu telah melebar keberbagai aspek dimana satu sama lain saling menuding tentang isu kebocoran sumber pertanyaan, menyerang pribadi calon, isu unicorn, isu HGU milik Prabowo. menurut pendukung calon Presiden nomor urut 01 bahwa isu tersebut dilontarkan oleh pendukung calon Presiden nomor urut 02 hanya pengalihan isu karena untuk menutupi kelemahan dari pak Prabowo itu sendiri.

Namun menurut calon Presiden Jokowi, debat kedua calon adalah bagus tidak perlu dipermasalahkan dan tidak ada penyerangan pribadi dan tidak perlu dilaporkan ke KPU, sebagaimana dikatakan masak berdebat dilaporkan ke KPU kalo tidak siap berdebat untuk apa? serasa tesenyum. dilain pihak tim Prabowo akan melaporkan isu tersebut kepada KPU, namun menurut hemat kami akan seperti laporan debat yang pertama yang mana masih tahap wajar dan masih dalam koridor debat. kita tunggu apa yang terjadi kedepan dari statement dari para pendukung calon.

Komentar
Loading...