sticky1-160×600
sticky2-160×600

TIM RESTIK POLDA KALBAR UNGKAP LAGI JARINGAN NARKOTIK

MALAYSIA CENTRA NARKOTIK?

0 27

Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat ungkap sindikat jaringan peredaran narkotik lintas batas, jenis sabu sabu. Kapolda Kalbar Irjend Pol Didi Haryono menuturkan, pihaknya kali berhasil menyita barang bukti 4.000 gram sabu dari tangan 6 tersangka.
“Pagi ini (13/3) kita lakukan Press Coference Pengungkapan Tindak Pidana Narkoba dengan barang bukti sabu seberat 4.000 gram sabu dari lima tersangka,” ucap Didi Haryono.
Kapolda menyebutkan, sebenarnya gerak gerik semua tersangka ini sudah terpantau setelah mendapat laporan dari masyarakat. Para tersangka merupakan sindikat jaringan berbeda yang menjual dan mengedarkan narkoba lintas daerah bahkan telah merambah antar negara.
“Tersangka ditangkap setelah sebelumnya Tim lakukan penyamaran sejak beberapa hari sebelum penangkapan tanggal 27 Februari 2019”.
Dua kurir Narkotika yang dikendalikan Nujurudin alias UDIN Kaca memerintahkan para kurirnya untuk lakukan transaksi sabu. Begitu juga dengan jaringan Malaysia – Singkawang – Pontianak yang dikendalikan dari LAPAS KLAS II A Pontianak. Ketiga tersangka kurir barang jenis sabu seberat 2 kilogram ditangkap setelah pengembangan dari tersangka ROBINSYAH alias BANAL BIN JOHAR warga Dusun Balai Karangan II Entikong.

Kapolda Irjen Pol DIDI HARYONO danKombespol Gembong Yudha SP, SH.MH.
Kapolda Irjen Pol DIDI HARYONO danKombespol Gembong Yudha SP, SH.MH.

Kronologis Kejadian.
Pada hari Rabu (27/2) TPK jalan Tritura lantai 2 mini market Regi Pontianak Timur, Satrestik Polda Kalbar lakukan penyamaran dengan cara Undercover buy Narkotika jenis sabu seberat 2000 gram /2 kilo ke tersangka Suwandi alias Iwan dan Rahmad alias Abeb dengan harga Rp 800.000.000,- (delapan ratus juta rupiah).

- Advertisement -

Sebelumnya, jam 9.00 Wib dua anggota restik polda Kalbar yang lakukan penyamaran itu datang kerumah tersangka Suwandi yang beralamat di jalan Tepian Sungai Kapuas kelurahan Banjar Serasan untuk pesan Narkotik sebanyak dua kilogram. Kesepakatan terjadi dan transaksi barang akan dilakukan di Mini Market Regi Pratama depan gang angket jalan Tritura. Selanjutnya sekitar jam 20.50 Wib tersangka Suwandi menuju lokasi transaksi yang disepakati, yaitu Mini Market Regi tepatnya di lantai 2 Mini Market itu. Barang Narkotik jenis sabu seberat 2 kilo terdiri dari 20 bungkus plastik klip transparan ukuran sedang yang dibungkus lapis dua plastik warna hitam itu dibawa oleh oleh tersangka Suwandi atas perintah Nujurudin alias Udin Kaca. Sementara Tersangka lainnya bernama Rahmad alias Abib diperintahkan pemilik barang yaitu tersangka Nujurudin mendapat tugas lain yaitu mengambil dan menghitung uang hasil transaksi Narkotik.
Setelah Uang selesai dihitung oleh Abib, selanjutnya Suwandi memerintahkan untuk mengambil Sabu yang diletakkan di lantai Keramik lantai 2 Mini Market.
Spontan ketika barang bukti narkotik jenis Sabu itu di ungkap dengan cara penyamaran, dua anggota unit Restik Polda lakukan RPE atau tindakan pada pelaku, dan tidak lama kemudian Tim Lidik Subdit I Ditrestik lakukan pengamanan tersangka dan barang bukti.

Begitupun terhadap kasus jaringan Narkotika Malaysia – Singkawang – Pontianak dengan TPK Hotel Grand Jalan Gajah Mada Pontianak yang dikendalikan dari dalam Lapas Klas II A Pontianak oleh Narapidana kasus Narkotika Rely Abdullah alias Yoyon.
Menurut hasil uraian kejadian, pada hari minggu (3/3) sekitar jam 10.00 tersangka Robinsyah di telepon oleh saudara kandungnya Rely yang tidak lain adalah Narapidana Kasus Narkotika yang masih menjalankan status hukuman di Lapas Klas II A Pontianak. Rely Abdullah alias Yoyon memerintah tersangka Robinsyah untuk berangkat ke Malaysia. Setelah tersangka Robinsyah tiba di kuching central, lalu Yoyon memberi nomor telepon seseorang kepada Robinsyah.
Robinsyah pun lakukan komunikasi dengan orang yang diduga sebagai pembawa barang Narkotik jenis Sabu. Barang yang diduga narkotik jenis sabu itu sudah terletak di parkiran mobil basement Kuching sentral. Selanjutnya Robinsyah mengambil bungkusan kantong plastik hitam yang ternyata didalamnya ada plastik rumput laut dan di bungkus juga dengan Teh Cina. Setelah mendapatkan barang itu, Robinsyah lalu menyimpan barang jenis Sabu itu dengan cara membungkus masukkan dalam karung LELONG yang kemudian membawa ke Tebedu Malaysia. Melalui jasa kuli panggul dengan melewati jalan sempit hutan samping dekat terminal entikong lama, hari Selasa sekitar jam 6.30 wib karung lelong yang berisi Narkotik jenis Sabu itu akhirnya masuk perbatasan Indonesia dan simpan di rumah tersangka Robinsyah di daerah Dusun Balai Karangan 4 kabupaten Sanggau.
Sekitar jam 10.00 wib dengan menggunakan mobil Avanza warna grey tersangka membawa barang Narkotika jenis Sabu itu ke Pontianak. Komunikasi via seluler antara tersangka Robinsyah dan Terpidana Yoyon memerintahkan agar transaksi dilakukan di hotel Grand jalan Gajah Mada Pontianak.

Kapolda Irjen Pol DIDI HARYONO danKombespol Gembong Yudha SP, SH.MH.
Kapolda Irjen Pol DIDI HARYONO danKombespol Gembong Yudha SP, SH.MH.

Pada hari Selasa (5/3) atau tepat jam 17.00 wib Tim Restik Polda lakukan penangkapan atas tersangka Robinsyah di supermarket Harum Manis jalan Diponegoro Pontianak, hasil Lidik pada tersangka selanjutnya lakukan penggeledahan di hotel Grand jalan Gajah Mada dan menemukan barang Narkotika jenis sabu seberat 2 kilo gram tersimpan di kamar hotel.
Berkat pengembangan akhirnya Tim Restik Polda ungkap lagi dua orang kurir Narkotika berasal dari kota Singkawang bernama LAY KANG LIN alias AKU ANAK AKONGN dan IRJIANTO alias MAKE ANAK SUNARTO yang diduga akan menerima barang jenis Sabu itu, demikian disampaikan. (DR)

Reporter : DR

Komentar
Loading...