Bawaslu NTB Terus Perkuat Partisipasi Masyarakat Lewat Pendidikan Pengawas Partisipatif

Politik448 Dilihat
banner 468x60

Mataram,Sapunews.com-Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Barat kembali melanjutkan rangkaian program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang merupakan bagian dari inisiatif nasional Bawaslu Republik Indonesia.

Kegiatan kali ini dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh kader pengawas partisipatif dari Kabupaten Bima, Kota Bima, dan Kabupaten Dompu  yang berasal dari komunitas masyarakat, organisasi kepemudaan, akademisi muda, dan jaringan relawan pengawas di wilayah masing-masing.

banner 336x280

Anggota Bawaslu  NTB, Hasan Basri, menyampaikan pentingnya pendidikan pengawas partisipatif sebagai upaya memperkuat partisipasi publik dalam mengawal penyelenggaraan Pemilu yang jujur dan adil.

Ia menegaskan bahwa pengawasan bukan hanya tanggung jawab lembaga penyelenggara, melainkan juga tugas moral seluruh warga negara.

“Pendidikan pengawas partisipatif adalah sarana untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa mereka memiliki peran strategis dalam menjaga demokrasi. Semangat pengawasan harus lahir dari masyarakat itu sendiri,” ucapnya saat membuka kegiatan, Minggu (9/11/2025).

Pada kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur pimpinan Bawaslu Provinsi NTB dan satu narasumber eksternal.

Dalam materinya  penggiat pemilu nasional yang dikenal aktif dalam pengembangan gerakan pengawasan masyarakat sipil, Alwan Riantoby, membahas pentingnya membangun jaringan pengawasan yang berkelanjutan di tingkat lokal dan mengajak peserta untuk menumbuhkan kesadaran kolektif dalam menjaga integritas pemilu.

Baca Juga:  Strategi PPP Menangkan Duet Ganjar dan Gus Yasin

“Pengawasan partisipatif bukan hanya kegiatan sesaat di musim Pemilu. Ini adalah gerakan sosial yang harus terus hidup di tengah masyarakat agar keadilan dan transparansi menjadi budaya bersama,” jelasnya.

Materi yang disampaikan Alwan mendapatkan respons positif dari peserta. Mereka menilai perspektif yang dibawakan sangat relevan dengan kondisi sosial masyarakat saat ini, terutama dalam upaya memperluas pengawasan berbasis komunitas.

Peserta juga tertarik dengan ide-ide kreatif yang ditawarkan, seperti pemanfaatan media sosial, kegiatan sosial warga, hingga kampanye positif berbasis seni dan budaya.

Sesi selanjutnya diisi oleh Syaifuddin, anggota Bawaslu NTB, yang menekankan pentingnya mengembangkan gerakan pengawasan partisipatif secara berkelanjutan. Ia mengingatkan bahwa semangat partisipasi masyarakat harus terus dijaga agar pengawasan Pemilu tidak berhenti pada kegiatan pelatihan.

“Kita ingin kegiatan seperti ini menjadi langkah awal terbentuknya jaringan pengawasan masyarakat yang kuat, mandiri, dan mampu memberi kontribusi nyata,” katanya.

Baca Juga:  Bawaslu NTB Kembali Raih Prestasi, Kali Ini Terbaik III Penulisan Berita

Selain itu, narasumber lain, Umar Achmad Seth,  dan Suhardi, turut memperkaya wawasan peserta melalui pembahasan teknis pelaporan dugaan pelanggaran serta mekanisme penyelesaian sengketa proses pemilu.

Keduanya menekankan pentingnya memahami alur pelaporan dan batas waktu penanganan agar masyarakat dapat berperan efektif dalam mengawal setiap tahapan pemilu.

Meski dilakukan secara daring, suasana pelatihan terasa hidup berkat partisipasi aktif dan semangat belajar yang tinggi dari para peserta.

Menjelang penutupan, peserta diajak menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai tindak nyata dari hasil pembelajaran. RTL menjadi ruang bagi peserta untuk menuangkan gagasan aksi partisipatif yang dapat dilaksanakan di lingkungan masing-masing.

Dari diskusi tersebut, muncul berbagai rencana seperti pembentukan komunitas pengawas muda di sekolah dan kampus, pelaksanaan sosialisasi menolak politik uang, serta pembuatan kampanye digital tentang etika Pemilu.

Dalam sesi penutupan, anggota Bawaslu NTB, Hasan Basri kembali hadir memberikan motivasi dan apresiasi kepada seluruh peserta. Ia mengingatkan bahwa RTL bukan sekadar dokumen, tetapi komitmen moral yang harus diwujudkan.

Baca Juga:  Bawaslu NTB Akhiri P2P Daring,Kader Sumbawa Dan Sumbawa Barat Terakhir

“Rencana tindak lanjut ini adalah bukti bahwa para peserta siap menjadi bagian dari gerakan pengawasan yang lebih luas. Dari kegiatan daring ini kita ingin melahirkan kader-kader yang mampu membawa semangat pengawasan ke tengah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu peserta mengapresiasi langkah Bawaslu NTB yang terus berinovasi menghadirkan ruang pembelajaran digital yang partisipatif. Banyak di antara mereka menyatakan kesiapannya untuk meneruskan hasil pelatihan ke lingkungan masing-masing.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu NTB berharap lahir kader pengawas partisipatif yang adaptif terhadap perkembangan zaman, berjejaring luas, dan konsisten menjaga integritas Pemilu. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu dapat tumbuh di mana saja, bahkan melalui ruang virtual sekalipun.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Bawaslu NTB menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pendidikan politik masyarakat, memperluas jejaring pengawasan, serta mengajak seluruh lapisan masyarakat menjadi bagian dari upaya bersama mewujudkan pemilu yang bersih, damai, dan berkeadilan.

banner 336x280